Militer Indonesia membangun enam menara lonceng gereja di Papua

Prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) MR 412 Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) membantu pembangunan enam menara lonceng gereja untuk jemaat di wilayah tugasnya, Kabupaten Lanny Jaya, Papua.

Komandan Satgas Yonif MR 412 Letkol Moch. Renaldy Herbowo, dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu, menjelaskan, bantuan teknologi satgasnya berupa enam menara lonceng gereja.

Keenam menara tersebut diserahterimakan secara resmi melalui rangkaian kegiatan peribadatan, seperti tradisi bakar batu sebagai tanda syukur.

“Arak-arakan kunci menara lonceng gereja digelar serentak di enam lokasi di Kabupaten Lanny Jaya,” kata Herbowo.

Ia juga berharap menara lonceng tersebut dapat membawa manfaat dan ketentraman di antara jemaat gereja di Kabupaten Lanny Jaya.

“Mudah-mudahan informasi suara lonceng ini bisa menjadi sarana untuk memanggil jemaah untuk datang beribadah, agar perdamaian di tanah Papua tetap terjaga. Inilah tujuan TNI di sini, kami datang untuk perdamaian dan cinta rakyat Lanny Jaya,” ucapnya.

Menurutnya, pembangunan menara lonceng ini diawali karena keterbatasan fasilitas gereja. Dulu, orang hanya menggunakan sepotong logam dan tabung oksigen tua untuk lonceng, membuat beberapa jemaat sering terlambat datang ke kebaktian.

Satgas Yonif MR 412 Kostrad membangun enam menara lonceng di Gereja Pinime Desa Malagay, Gereja Tipugwi dan Gereja Lowanom di Desa Malagayneri, Gereja Mowi di Balingga, Gereja Manggalome di Desa Tima dan Gereja Wiyaware di Desa Pirime.

Sementara itu Berita Pekanbaru , para pendeta dan tokoh masyarakat dari masing-masing jemaat gereja mengucapkan terima kasih kepada satgas yang telah memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi jemaat.

“Kami tidak pernah memikirkan menara lonceng ini. Alhamdulillah untuk batalion 412 Kostrad,” kata Pendeta Del Tabuni dari Gereja Mowi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

STUDI INDEPENDEN JERMAN

Apakah Monitor OLED Layak Di 2022?